Terhubung dengan kami

Berita

Hanura Jawa Barat Jaring Bacaleg

bacaleg

RMOLJabar – Partai Hanura Provinsi Jawa Barat tengah melakukan kembali penjaringan Bacaleg DPR RI dan DPRD Provinsi.

Upaya ini dilakukan dalam rangka memberikan kesempatan yang luas kepada masyarakat untuk dapat berpartisipasi aktif mendaftarkan dirinya menjadi Bacaleg dari Partai Hanura.

“Partai Hanura terbuka bagi siapapun yang siap untuk mendedikasikan dirinya di lembaga legislatif,” ungkap Wakil Sekretaris DPD Partai Hanura Provinsi Jawa Barat, Cecep Lukmanul Hakim. Minggu (08/04).

Ia menjelaskan, penjaringan dilakukan mulai hari ini sampai dengan paling lambat 3 Mei mendatang.

“Pendaftaran dapat dilakukan di Sekretaiat DPC setempat atau DPD di Jl. Moch. Ramdhan No. 63A Bandung,” pungkasnya. [jar] 

 

Sumber: RMOL JABAR

Lanjutkan membaca
Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita

Pasek Suardika: Soto Banjar Memang Nikmat

Sekretaris Jenderal DPP Partai Hati Nurani Rakyat (HANURA), Gede Pasek Suardika tiba di Kota Cantik Palangka Raya, Jumat (21/2) pagi. Yang pertama dikunjungi untuk sekedar sarapan adalah Soto Banjar H. Munsi yang terletak di Jalan RTA Milono, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng).

“Dari luar saja, aromanya sudah terasa enak,” kata Gede Pasek sambil berseloroh dengan rombongan DPD Hanura Kalteng.

Soto Banjar H. Munsi memang terkenal sampai keluar daerah, tempat yang “wajib” dikunjungi bagi petualang kuliner yang sedang berada di Palangka Raya.

“Nama Soto Banjar H. Munsi ini sudah sering saya dengar, hari ini saya bisa melepas rasa penasaran,” ujarnya sembari berbincang dengan kader-kader Hanura di meja makan sambil menunggu pesanan.

Soal rasa, pria Bali yang menyukai kuliner nusantara ini mengakui bahwa Soto Banjar H. Munsi memang benar-benar nikmat.

“Soto banjar memang nikmat. Pas, bumbunya terasa lembut. Enak! Hanura di Kalteng bumbunya harus pas, kalau bumbunya pas, Hanura di Kalteng juga pasti akan laris. Terima kasih sudah bawa saya kesini,” tambahnya.

Kehadiran Gede Pasek ke Palangka Raya dalam rangka menghadiri sekaligus membuka Musyawarah Daerah III Partai Hanura Kalimantan Tengah yang akan berlangsung siang ini di Hotel Aquarius Boutique, Jl. Imam Bonjol, Palangka Raya.

Turut mendampingi dari unsur DPP Partai Hanura, Ketua Bidang Organisasi Mulyadi P. Tamsir, Ketua Bidang Legislatif dan Eksekutif Hendri Zainuddin, Ketua Bidang Kampanye dan Sosialisasi Program Bobby Triadi dan Ketua Bidang Agraria dan Buruh Amron Ashyari.

Lanjutkan membaca

Berita

Gede Pasek Suardika: Hanura NTT Harus Jadi Tiga Besar

Jakarta – Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Hati Nurani Rakyat (Sekjen DPP Hanura), Gede Pasek Suardika berharap Partai Hanura di NTT harus menjadi partai tiga besar.

“Dalam Musda ini, siapapun yang terpilih jadi ketua, NTT harus jadi tiga besar, karena atmosfir Partai Hanura di NTT cocok tinggal instalasinya yang diperbaiki agar strom berjalan lancar,”ujarnya saat memberikan sambutan acara pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) III Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura NTT di Hotel Neo by Aston, Kamis (13/2/2020) siang.

Lebih jauh Pasek menyampaikan, kedepan Partai Hanura berupaya untuk mengembalikan marwah Partai Hanura. “Pada Pemilu 2019, memang suara memang tidak mencapai parliamentary threshold, namun dari sisi jumlah kursi DPRD Partai Hanura masih tinggi. Jumlah kursi di DPRD provinsi, kabupaten dan kota se Indonesia sebanyak 807 kursi,” katanya.

Dijelaskan, dari angka itu, maka seharusnya Partai Hanura sudah bisa membaca di tahun 2024 nanti seperti apa. “Karena itu, dalam Musda ini, siapapun yang terpilih jadi ketua, NTT harus jadi tiga besar, karena atmosfir Partai Hanura di NTT cocok tinggal instalasinya yang diperbaiki agar strom berjalan lancar,” tambahnya.

Gede Pasek juga menyampaikan, dirinya akan memaksimalkan ke daerah mulai dari yang mendapat banyak kursi hingga yang nol kursi.

“Kita lakukan konsolidasi mulai sekarang hingga tahun 2024. Target kita kedepan semua daerah ada wakil di legislatif,” ujar Pasek.

Turut hadir mendampingi Sekjen DPP Partai Hanura, Andre Garu dan Agustinus Lesek. Acara ini juga dihadiri Plt. Ketua DPD Partai Hanura NTT, Drs. Ibrahim A. Medah, Sekretaris DPD Hanura NTT, Siprianus Ritan, S.E dan jajaran pengurus DPD Hanura NTT baik tingkat provinsi, maupun kabupaten dan kota.

Turut hadir pula Ketua tim tujuh DPD Partai Hanura NTT, Hamdan Saleh Batjo,S.P, dan Ketua Srikandi Hanura NTT.

Lanjutkan membaca

Berita

Menjadikan Hanura Partai Segala Musim

Pemilu 2019 menjadi tahun politik “terburuk” bagi Partai Hati Nurani Rakyat yang lebih dikenal dengan sebutan Partai Hanura. Kenapa saya katakan “terburuk”? Kata “terburuk” ini bukan berarti pada pemilu-pemilu sebelumnya Partai Hanura lebih baik.

Sejak ikut pemilu pertama kali pada tahun 2009, lalu tahun 2014, Partai Hanura selalu berada pada posisi terakhir untuk perolehan suara yang dikonfersi menjadi kursi. Pada Pemilu 2009, Partai Hanura dengan nomor urut 1 (satu) hanya memperoleh suara sebanyak 3.922.870 dengan raihan kursi di parlemen sebanyak 18 kursi. Di Pemilu 2014, raihan suara Partai Hanura yang pada saat itu mendapatkan nomor urut 10 (sepuluh) naik menjadi 6.579.498 dengan jumlah kursi di parlemen sebanyak 16 kursi. Raihan kursi ini tentu disebabkan oleh ambang batas parlemen yang berbeda-beda pada tiap pemilu. Sedangkan pada Pemilu 2019, Partai Hanura sama sekali tidak memperoleh kursi dengan perolehan suara sebanyak 2.161.507 dengan ambang batas parlemen 4%. Berada diposisi terakhir, terakhir dan lalu hilang.

Dibandingkan dengan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) yang sama-sama pertama kali ikut pemilu di tahun 2009, Partai Hanura cukup ketinggalan jauh. Pada pemilu tahun 2009 saja, posisi Partai Gerindra yang berada tepat diatas Partai Hanura memang perolehan suaranya tidak terpaut jauh. Tapi pada pemilu keduanya di tahun 2014, Partai Gerindra berhasil bertengger di posisi ketiga menyodok Partai Demokrat yang pada tahun 2009 berada diposisi kesatu meninggalkan jauh Partai Hanura yang tetap berada diposisi terakhir. Di Pemilu 2019, Partai Gerindra berhasil naik ke posisi kedua menggeser Partai Golongan Karya (Golkar) ke posisi ketiga yang pada pemilu sebelumnya berada diposisi kedua dibawah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P) dan Partai Hanura berada diposisi ketigabelas tanpa kursi di parlemen.

Saya sama sekali tidak ada niatan buruk dengan membanding-bandingkan Partai Hanura dengan Partai Gerindra, apalagi menjelek-jelekkan. Perbandingan ini hanya sekedar untuk mencari solusi terbaik bagi Partai Hanura agar dapat unggul dari partai-partai lainnya dan kembali dapat mendudukkan wakil-wakilnya untuk menyuarakan suara rakyat di DPR RI pada Pemilu 2024 dan pemilu-pemilu selanjutnya.

Partai Hanura tentu tidak perlu terlalu berkecil hati. Meski terhitung lemah untuk perolehan suara di pusat, Partai Hanura dapat dibilang sukses sebagai partai menengah di daerah. Di beberapa daerah, Partai Hanura justru banyak menempatkan wakil-wakilnya di DPRD I dan DPRD II pada tingkat pimpinan. Bahkan menjadi partai yang “sexy” dan diperebutkan pada Pemilihan Kepala Daerah. Pada Pemilu 2019, Partai Hanura berhasil memperoleh 807 kursi di DPRD I dan DPRD II, meski terhitung menurun, tapi ini bisa menjadi modal awal bagi Partai Hanura yang baru untuk berjuang kembali menjadi pemenang.

Tingginya suara Partai Hanura di daerah berbanding terbalik dengan rendahnya suara Partai Hanura di pusat. Harusnya hal demikian tidak terjadi, jika struktur pohon Partai Hanura kuat dari pucuk hingga ke akar. Tentu ada yang salah dalam menejemen organisasi ditubuh Partai Hanura selama ini, sejak berdiri hingga saat akhirnya tidak lolos di senayan. Ini pekerjaan rumah terbesar yang harus dipikirkan oleh pengurus di Dewan Pimpinan Pusat Partai Hanura.

Saya tidak mengucilkan bahwa konflik internal yang berkepanjangan di tubuh Partai Hanura yang terjadi pada tahun politik menjelang proses Pemilu 2019 menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan Partai Hanura kurang siap menghadapi Pemilu 2019. Konflik yang mengakibatkan hengkangnya kader-kader potensial yang belakangan disebut sebagai kader “pengkhianat”, hingga hilangnya waktu untuk kembali merekrut caleg-caleg DPR RI yang potensial.

Jika akar pohonnya kuat, maka sekuat apa pun angin menerpa maka akar pohon tidak akan tercabut dari tanah. Jika struktur Partai Hanura kuat hingga ke struktur terbawah, maka sekuat apa pun gejolak politik menerpa maka Partai Hanura tidak akan pernah kalah dalam tiap-tiap kontestasi politik.

Menghidupkan Kembali Mesin Partai

Tiga belas tahun Partai Hanura sejak dibentuk pada 14 November 2006 dan sebagai partai yang telah 3 kali mengecap pemilu, popularitas Partai Hanura tentu tidak usah begitu dikhawatirkan meski tetap harus diperhatikan. Ibarat sebuah mesin, Partai Hanura hanya perlu diberikan pelumas baru agar mesin-mesin dapat kembali bekerja dengan baik. Seperti apa mesin-mesin itu?

Pertama, mempersiapkan program-program partai yang kongkrit berbasis kerakyatan dan melibatkan rakyat yang bukan massa bayaran dalam tiap-tiap kegiatan. Program dan kegiatan yang disesuaikan dengan kebutuhan rakyat, wilayah bahkan hingga ketingkatan desa.

Kedua, mempersiapkan calon-calon legislatif daerah dan pusat dari jauh-jauh hari apakah itu berbasis kader atau berbasis tokoh. Hal ini penting agar calon-calon legislatif yang sudah menentukan daerah pemilihannya dapat bekerja sejak jauh-jauh hari dan lebih siap dalam menghadapi pemilu legislatif. Selain itu, partai juga dapat menilai dan menyeleksi sejak jauh-jauh hari mana calon-calon legislatif yang lebih siap dan mana yang tidak siap untuk didaftarkan sebagai calon legislatif.

Ketiga, membenahi dan menghidupkan kembali struktur dan kegiatan partai hingga ketingkatan ranting/desa sebagai garda terdepan partai untuk merekrut pemilih.

Keempat, memperlebar sayap partai melalui organisasi-organisasi sayap partai agar program-program partai dapat tersosialisasi secara massif.

Kelima, seluruh mesin partai harus singkron, kompak dan bekerjasama dalam menjalankan program partai dalam merekrut dan merawat konstituen (rakyat).

Keenam, menguasai dan mengendalikan opini melalui jaringan media-media mainstream dan media-media sosial sebagai alat sosialisasi dengan konsep-konsep kreatif yang dapat diterima oleh semua generasi. Pada titik ini, perlu dibangun budaya atau kesadaran kader partai untuk melakukan  penyebaran berantai di akun-akun media sosial mereka.

Ketujuh, pembiayaan.

Jika ketujuh elemen mesin tersebut siap, maka mesin-mesin itu tinggal berjalan dengan ideal. Misalnya, ketika partai membuat sebuah kegiatan di sebuah desa, maka elemen mesin seperti struktur partai dari tingkatan DPP, DPD, DPC, PAC dan ranting/desa akan bergerak, caleg DPR RI, DPRD I dan DPRD II ikut terlibat, termasuk juga anggota DPRD I dan DPRD II, juga organisasi-organisasi sayap ikut melebur dalam satu kegiatan yang melibatkan rakyat/konstituen dan disebarkan secara masif melalui jaringan media mainstream dan media sosial. Maka akan membangunkan keyakinan, rasa optimisme dan rasa percaya bahwa Partai Hanura akan kembali menjadi pemenang. Tinggal selanjutnya, menjadi tanggungjawab tiap-tiap caleg yang saling bertandeman untuk menjaga dan merawat konstituen secara rutin sejak jauh-jauh hari.

Jika saja hal yang ideal ini berjalan dengan baik, saya yakin Partai Hanura akan menjadi partai yang tidak hanya kuat di daerah, tapi juga akan kuat di pusat. Jika saja hal-hal ideal itu dapat berjalan dengan sempurna, maka Partai Hanura tidak hanya hidup pada satu musim, tapi dapat hidup disegala musim. Sebesar apa pun terpaan politik, Partai Hanura akan berdiri kokoh melawan terpaan-terpaan politik. Namun jika yang terjadi kebalikannya, berjalan masing-masing dan saling sikut menyikut, maka kita harus siap menghadapi kenyataan bahwa Partai Hanura adalah partai masa lalu yang pernah menyuarakan suara rakyat di parlemen. ***

 

Ditulis oleh: Bobby Triadi (Ketua Bidang Kampanye dan Sosialisasi Program DPP Partai Hanura)

Lanjutkan membaca

Instagram

Facebook FanPage

Facebook Pagelike Widget

Follow on Twitter

Terpopuler