Connect with us

Berita

Dengan Hanura, Pasek Suardika Pastikan Maju ke DPR RI

pasek suardika

JAKARTA – Anggota DPD RI Dapil Bali 2014-2019, Gede Pasek Suardika, banting haluan maju tarung ke DPR RI Dapil Bali dalam Pileg 2019 mendatang. Mantan anggota DPR RI Dapil Bali 2009-2014 ini akan naik kendaraan partai barunya, Hanura.

Kepada NusaBali di Jakarta, Selasa (17/4), Pasek Suardika menegaskan dirinya sudah ditunjuk menjadi Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Hanura, sebulan lalu. Dengan penunjukan sebagai Ketua Bappilu DPP Hanura, otomatis politisi asal Singaraja, Buleleng ini punya tanggung jawab moral untuk maju tarung ke DPR RI.

“Jadi, nggak mungkin Ketua Bappilu DPP Hanura tidak mencalonkan diri. Saya akan maju ke DPR RI dalam Pileg 2019 mendatang,” ujar Pasek Suardika seraya mengakui pelantikannya sebagai Ketua Bappilu DPP Hanura akan dilakukan dalam Rakernas di Riau, awal Mei 2018 nanti.

Pasek mengatakan, posisi sebagai Ketua Bappilu DPP Hanura merupakan sebuah kepercayaan bagi politisi dari Bali. Pasalnya, jabatan Ketua Bappilu sangatlah strategis. Lembaga inilah yang memegang peranan penting ketika Pemilu berlangsung. Pasek merasa terhormat mendapat amanah tersebut. Apalagi, dirinya berasal dari Bali yang secara geopolitik, jumlah pemilihnya kecil.

Selain menjabat Ketua Bappilu, Pasek juga menduduki kursi Wakil Ketua Umum DPP Hanura. Pasek pun menjadi satu-satunya politisi dari Bali yang menempati posisi prestisius tersebut di tingkat pusat. Pasek tidak ingin menyia-nyiakannya, sehingga dia siap all out memenangkan Hanura dalam Pileg 2019 nanti.

Menurut Pasek, selain karena jabatan sebagai Ketua Bappilu DPP Hanura, dirinya putuskan maju ke DPR RI Dapil Bali dalam Pileg 2019 mendatang lantaran banyak aspirasi masyarakat yang mengingkannya agar kembali ke jalur tersebut. Apalagi, Pasek sempat berkiprah di DPR RI 2009-2014 melalui Demokrat. Kala itu, kiprahnya sangat menonjol karena sempat diberi kepercayaan sebagai Ketua Komisi III DPR RI (membidangi masalah hukum).

Sekadar dicatat, dalam Pileg 2009, Demokrat meloloskan dua calegnya ke kursi DPR RI Dapil Bali. Dua kursi tersebut direngkuh Jero Wacik dan Wayan Sugiana. Sedangkan Pasek Suardika menduduki peringkat ketiga suara terbanyak Dapil Bali di internal caleg Demokrat. Pasek kemudian dapat tiket ke DPR RI dengan status PAW (pengganti antar waktu), menggantikan Jero Wacik yang diangkat kembali oleh Presiden SBY sebagai Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar).

Sedangkan dalam Pileg 2014, Pasek maju tarung ke DPD RI Dapil Bali. Dengan mengantongi 132.887 suara, Pasek berhasil lolos ke Senayan bersama Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna (peraih suara terbanyak yakni 178.934 suara), Kadek Lolak Arimbawa (161.607 suara), dan AA Ngurah Oka Ratmadi alias Cok Rat (politisi gaek PDIP mantan Ketua DPRD Bali 2009-2014 yang meraih 150.288 suara).

Menurut Pasek, ada sejumlah nama yang dicalonkan maju ke DPR RI dari Hanura Dapil Bali dalam Pileg 2019. Mereka, antara lain, Kadek Lolak Arimbawa (anggota DPD RI Dapil Bali 2009-2014 dan 2014-2019 yang kini fungsionatis DPP Hanura), Nengah Wiratha (anggota DPD RI Dapil Bali 2009-2014 yang kini Ketua Bappilu DPD Hanura Bali), hingga Ketua DPD Hanura Bali Made Sudarta.

Pasek optimistis deretan nama-nama tersebut akan mampu membuat Hanura lolos ke Senayan. “Saya yakin Hanura mendapat 2 kursi DPR RI dari Dapil Bali. Sebab, Hanura di Bali cukup kuat dan selama ini masyarakat Bali sangat antusias dengan Hanura,” tandas Pasek.

Sementara itu, Kadek Lolak Arimbawa, anggota DPD RI Dapil Bali yang kini menjabat Korwil Bali DPP Hanura, hingga saat ini belum memastikan arah politiknya dalam Pileg 2019. Senator asal Desa Kamasan, Kecamatan Klungkung ini belum memutuskan apakah akan maju tarung lagi sebagai anggota DPD RI Dapil Bali (periode ketiga) atau caleg DPR RI dari Hanura Dapil Bali.

Menurut Lolak Arimbawa, keputusan baru akan diambil, Rabu (18/4) ini, setelah rapat dengan pihak-pihak terkait. Walau begitu, Lolak menyatakan siap maju ke  DPR RI atau DPD RI. “Kalau partai menugaskan saya ke DPR RI, saya ikut perintah partai. Jika nanti maju ke DPD RI lagi, saya juga siap tarung,” tegas Lolak yang dikonfirmasi NusaBali di Jakarta, Selasa kemarin.

Lolak menjelaskan, ketika pemaparan syarat sebagai calon anggota DPD RI Dapil Bali, dia sudah mengirimkan LO (penghubung) ke KPU Bali. Lolak juga mengakui saat ini dirinya sudah berhasil menggalang 5.000 KTP dukungan, jauh melampaui syarat minimal 2.000 KTP dukungan untuk maju tarung ke DPD RI Dapil Bali. “KTP dukungan itu berasal dari 9 kabupaten/kota se-Bali,” tandas suami dari penyanyi Pop Bali Ni Kadek Suastini alias Dek Ulik ini.

Lolak memperkirakan KTP dukungannya akan terus bertambah sampai penutupan akhir nanti. Menurut Lolak, tidaklah sulit mengumpulkan KTP dukungan, karena dia sudah dua kali periode menjadi Senator, sehingga mengetahui titik-titik mana saja basis dukungannya. Dukungan terbesar disebutnya dari Kabupaten Klungkung dan Bangli.

Lolak juga telah rancang strategi bila kelak maju ke DPD RI Dapil Bali, dengan turun ke bawah menyapa konstituen dan gencar sosialisasi. “Jadi, intinya saya sudah siap jika kelak maju ke DPD RI atau DPR RI. Namun, keputusannya baru besok (hari ini),” tegas politisi yang lebih dikenal sebagai pelawak ini. *k22

 

Sumber: nusabali.com

Berita

Calon Walikota Mojokerto: Perangi Radikalisme!

perangi radikalisme
Calon Walikota Mojokerto, Andy Soebjakto mengajak pendukungnya perangi radikalisme pada saat kampanye.

KOTA MOJOKERTO– Calon Walikota Mojokerto, Andy Soebjakto mengajak pendukungnya untuk perangi radikalisme dalam kampanye akbar di Lapangan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Jawa Timur, Minggu (13/5).

Menurutnya, kaum radikalisme yang mengibarkan bendera atasnama agama, tapi menghancurkan manusia lainnya itu namanya pengkhianat agama dan negara. Dia meminta aparat keamanan untuk bertindak tegas terhadap mereka-mereka yang melakukan pembunuhan sembarangan.

“Orang-orang yang mengibarkan benderanya atasnama agama, tapi menghancurkan manusia yang lainnya itu namanya pengkhianat agama, pengkhianat negara. Oleh karena itu, tidak segan-segan saya minta kepada aparat keamanan bertindak tegas, tembak mereka yang melakukan pembunuhan sembarangan,” ujar Andy Soebjakto yang juga Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga DPP Partai Hanura.

Baginya, tidak ada agama yang mengajarkan kekerasan, mereka yang radikal dan tega membunuh sesama manusia tidak pantas hidup di nusantara, tidak pantas hidup di Indonesia.

“Kaum Radikal, ide agamanya bukan dari Indonesia. Bukan islam, tidak ada islam mengajarkan kekerasan, tidak ada islam mengajarkan pembunuhan. Agama lain juga demikian,” tegasnya.

Karena itu disela-sela kampanyenya, dengan tegas Andy Soebjakto meminta para pendukungnya untuk mengangkat tangan keatas berikrar untuk nusantara.

“Kita berjanji, mari menjaga keamanan dilingkungan kita masing-masing khususnya di Kota Mojokerto dan seluruh Nusantara kemana pun kita berada. Atasnama Tuhan yang maha kuasa, mari kita perangi radikalisasi, mari semua partai dan golongan bersatu untuk menyatakan perang terhadap kekerasan, menyatakan perang terhadap kaum radikal dan menyatakan perang terhadap pengkhianat negara. Semoga Allah meridhoi,” tandasnya.

 

Penulis: Bobby Triadi

Continue Reading

Berita

Si Cantik Hanura ini Kembangkan Kuliner Nusantara

cantik

Pekanbaru – Tidak mau berdiam diri dan bermalas-malasan, Novita Anggraini (22) Wakil Bendahara DPC Kota Pekanbaru ini kembangkan bakat kulinernya dengan membuka usaha rumahan kuliner nusantara di Jl. Panglima No.06 Kecamatan Payung Sekaki, Kelurahan Air Hitam, Pekanbaru, Riau.

Si Cantik yang biasa dipanggil Ovy ini, meski masih terhitung baru menekuni usaha makanan ringan Rempeyek bermerek “REMPEYEK NOVITA NUSANTARA” sejak dua minggu belakangan ini, dia yakin dapat memberi contoh kepada anak-anak muda agar dapat menggunakan waktu untuk hal-hal yang lebih bermanfaat.

“Peredaran narkoba di Pekanbaru sudah sangat memprihatinkan, sudah banyak anak-anak muda yang menjadi korban. Ovy yakin kalau anak-anak muda dapat menggunakan waktunya untuk yang lebin bermanfaat, peredaran narkoba di Pekanbaru akan dapat ditekan,” ujar Ovy yang juga Sekretaris Wilayah UKMIKM NUSANTARA Propinsi Riau.

Selain untuk memberi contoh positif kepada generasi muda, dia berharap usaha yang dirintisnya tersebut nantinya dapat menjadi salah satu produk kuliner unggulan bagi Kota Pekanbaru.

“Ya harapan Ovy, nantinya rempeyek ini bisa menjadi salah satu produk khas oleh-oleh dari Pekanbaru,” tandasnya.

Continue Reading

Berita

HANURA Sumsel Ajak Masyarakat Nobar Film The Power of Love

nobar
Ketua DPD Partai HANURA Provinsi Sumatera Selatan, Hendri Zainuddin, mengajak kader dan simpatisan partai bersama dengan masyarakat untuk Nonton Bersama Film 212 The Power of Love tanggal 9 Mei 2018 mendatang. (foto : detiksumsel.com)

Palembang – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (HANURA) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), berencana akan menggelar acara Nonton Bareng (Nobar) film 212 The Power of Love. Rencananya, nobar tersebut akan dilakukan saat penayangan perdana film yang disutradarai oleh Jastis Arimba itu tanggal 9 Mei 2018 mendatang, di seluruh bioskop di Kota Palembang.

“Iya, kita sudah agendakan untuk Nobar antara kader, simpatisan, dan masyarakat. Film itu, mengandung spirit Ummat Islam untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa kita.” ujar Hendri Zainuddin, Ketua DPD Partai Hanura Provinsi Sumatera Selatan.

Dia menambahkan, film yang mengangkat peristiewa bersejarah yakni Aksi Damai Bela Islam tanggal 2 Desember 2016 yang lalu, adalah karya dari sineas muda Indonesia yang hebat.

“Film ini adalah karya Sineas Indonesia yang hebat dan ingin mengungkapkan sisi lain dari peristiwa bersejarah itu. Mari kita menonton film ini, mendukung sineas Indonesia dan perjuangan ummat.” ujarnya.

Dirinya berharap, dengan adanya nobar ini, semua kader dan simpatisan partai bersama dengan masyarakat, dapat membangkitkan semangat kader dalam menjaga dan memperjuangkan persatuan dan kesatuan bangsa.

“Film ini juga berbicara soal kekuatan cinta, cinta dalam hubungan antara satu manusia dengan manusia yang lainnya. Selain itu, film ini juga mengajarkan cinta antara manusia dengan Sang Pencipta. Film ini, mengajarkan pesan damai.” tuturnya.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, film yang diperankan oleh Fauzi Baadila sebagai tokoh utama yang bernama Rahmat ini, mengisahkan tentang seorang jurnalis bernama Rahmat, yang pada awalnya kurang setuju dengan aksi 212. Rahmat yang diperankan Fauzi Baadila, terpaksa berangkat karena ayahnya yang sudah sakit-sakitan memaksa ingin terjun langsung dalam aksi. Ayah Rahmat ini adalah seorang pemuka agama di kampung halaman.

Selain Fauzi Baadila, film ini juga menghadirkan Adhin Abdul Hakim, Hamas Syahid, Asma Nadia, Meyda Sefira, Cholidil Assadil Alam, Ustaz Erick Yusuf, dan masih banyak lagi. Selain itu, Skenario ditulis oleh Ali Eounia, Jastis Arimba, dan disupervisi oleh Helvy Tiana Rosa yang rencananya juga diterbitkan sebagai novel.

Continue Reading

Instagram

Facebook FanPage

Facebook Pagelike Widget

Follow on Twitter

Terpopuler