Terhubung dengan kami

Berita

Wakil Bupati Sintang Bergabung ke Hanura

Wakil Bupati Sintang, Askiman, melakukan salam komando dengan Ketua DPD Hanura Kalbar, Suyanto Tanjung, usai memastikan bergabung dengan Partai yang dipimpin OSO ini.

Wakil Bupati Sintang Askiman bergabung ke Partai Hati Nurani Rakyat (HANURA) yang dipimpin oleh Ketua Umum Oesman Sapta Odang (OSO). Sebelumnya, Askiman merupakan kader dari Partai Nasdem.

Bergabungnya Askiman ke Partai Hanura disampaikan oleh Ketua DPD Hanura Provinsi Kalimantan Barat, Suyanto Tanjung, usai pelaksanaan Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) DPC Hanura Sintang di Hotel My Home, Sintang, Selasa (10/12).

“Beliau sudah resmi bergabung dengan Hanura. Pak Wakil Bupati juga langsung masuk dalam kepengurusan Partai Hanura Sintang,” ungkap pria yang akrab disapa Ajung ini.

Dengan bergabungnya Wakil Bupati ke Hanura, peta politik jelang Pilbup Sintang 2020 diprediksi akan memunculkan poros koalisi baru.

Sementara itu, pada Muscblub tersebut juga menetapkan Zainuddin sebagai ketua DPC Hanura Kabupaten Sintang. Zainuddin menggantikan Heri Jambri, yang diberhentikan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Hanura Kabupaten Sintang pada tanggal 25 November 2019.

“Hasil Muscablub, teman-teman Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan DPC, memilih, menunjuk, dan mengangkat Pak Zainuddin sebagai Ketua DPC yang baru, menggantikan Pak Heri Jambri, yang sudah diberhentikan,” kata Suyanto Tanjung.

Mengenai kapan pelantikan dilakukan, pria yang akrab disapa Ajung ini mengatakan bahwa seremonial itu akan dilaksanakan setelah semua proses Muscablub selesai. Termasuk dalam menyusun kepengurusan.

“Pelantikan kan sifatnya seremonial. Yang penting, ketika sudah diputuskan dan SK diterbitkan dalam beberapa hari ke depan, sudah sah, Zainuddin memimpin DPC Hanura Sintang,” katanya.

Untuk posisi jabatan Wakil Ketua II DPRD Sintang dari Hanura, Ajung menegaskan bahwa sesuai SK yang diterima akan dijabat oleh Nekodimus. “Sekarang, tinggal dibacakan dalam paripurna DPRD Sintang,” kata Ajung.

Sementara itu, Ketua DPC Hanura Sintang Zainuddin mengatakan, setelah terpilih dirinya akan fokus menjaga soliditas partai. “Kita akan merangkul semua masyarakat untuk membesarkan partai,” tegasnya.

Zainuddin menginginkan, menjelang Pilkada Sintang 2020 mendatang, gerakan struktural partai harus solid. “Apalagi Hanura di DPRD Sintang punya lima kursi. Kita ingin menjalankan tugas demokrasi ini sebaik mungkin,” ucapnya.

Berita

OSO Minta Pengurus Baru Hanura Lebih Solid

Ketua Umum Partai Hanura DR. (HC) Oesman Sapta Odang. (foto: dok)

Puluhan pengurus Partai Hanura masa bakti 2019-2024, dikumpulkan dikediaman Ketua Umum Partai Hanura DR. (HC) Oesman Sapta yang akrab dengan sapaan OSO untuk menandatangani surat pernyataan sebagai pengurus dan  sekaligus acara perkenalan, Selasa (14/1) di Kuningan, Jakarta Selatan.

Pada acara perkenalan tersebut, OSO meminta kepada seluruh pengurus Partai Hanura yang akan dilantik untuk selalu menjaga soliditas dan dapat bekerjasama tanpa ada saling salah-menyalahkan.

“Tidak ada lagi saling salah-menyalahkan, saling jelek-menjelekkan. Semuanya harus solid dan saling bekerjasama untuk membesarkan partai. Jangan ada lagi yang buat-buat ribut di internal,” ujar OSO dengan nada tegas.

Selain itu, OSO juga meminta kepada pengurus untuk turun aktif ke masyarakat untuk menyerap aspirasi dan memperjuangkan kepentingan rakyat.

“Setelah dilantik, saya minta kepada seluruh pengurus untuk turun ke masyarakat. Serap aspirasi mereka dan perjuangkan kepentingan rakyat. Partai Hanura harus selalu ada ditengah-tengah masyarakat,” imbuhnya.

Ada 3 butir pernyataan yang harus ditandatangani oleh para pengurus, yaitu:

  1. Bersedia menjadi Pengurus DPP Partai Hanura Masa Bakti 2019-2024 dan bersedia ditempatkan dalam jabatan/posisi apapun.
  2. Bersedia untuk berperan aktif dalam menjalankan tugas-tugas demi kemajuan Partai Hanura dan sebagai bentuk pengabdian kepada rakyat, Bangsa dan Negara Indonesia.
  3. Bersedia untuk taat, patuh dan menjunjung tinggi Anggaran Dasar (AD), Anggaran Rumah Tangga (ART), Peraturan Organisasi (PO) dan keputusan-keputusan partai lainnya.
Lanjutkan membaca

Berita

Wiranto Mendesak Mundur, OSO: Saya Didaulat Kembali Pimpin Hanura

Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) merasa tidak perlu mengundurkan diri sebagai Ketua Umum Hanura seperti yang diminta oleh Wiranto. Menurutnya, masa baktinya sebagai Ketua Umum 2016-2020 sudah selesai.

“34 DPD dan 514 DPC mendaulat saya kembali memimpin partai ini masa bakti 2019-2024, kok saya tinggalin,” ujar OSO saat menggelar jumpa pers di area Munas Hanura, Jakarta, Rabu (18/12).

OSO menyatakan dirinya terpilih kembali sebagai Ketua Hanura dalam Musyawarah Nasional ke-III, berdasarkan mekanisme partai yang diatur dalam AD/ART.

“Kekuasaan tertinggi itu adalah di munas ini,” kata OSO

OSO yang kembali dipilih sebagai ketum secara aklamasi ini pun menyinggung mengenai gangguan-gangguan dan konflik dari luar yang menyebabkan perolehan suara Hanura pada Pemilu 2019 tidak seperti yang diharapkan.

“Kalau tidak diganggu itu hasilnya akan luar biasa, tapi kalau diganggu, disabot, segala macam akibatnya yang menjadi korban mereka-mereka (DPD/DPC Partai) semua,” jelas OSO didampingi Ketua Pelaksana Munas III Benny Rhamdani, Pimpinan Sidang Munas dan 34 DPD.

Lanjutkan membaca

Berita

Wiranto Dituduh Jual Partai, OSO: Waduh, Kasihan Pak Wiranto!

Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (tengah). (foto: dok)

Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) membantah tuduhan bahwa Wiranto menjual partai senilai Rp 200 miliar kepadanya. OSO mengatakan dirinya tidak ingin memfitnah Wiranto.

“Wah, saya tidak mau memfitnah Pak Wiranto karena nggak benar itu,” kata OSO di Hotel Sultan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Rabu (18/12/2019).

OSO mengaku kasihan Wiranto dituduh menjual partai kepadanya. OSO menegaskan isu itu tidak benar.

“Waduh, itu kasihan Pak Wiranto kalau dituduh menjual partai. Itu nggak bener, saya menolak itu, karena tidak ada hal seperti itu. Yang ada, kita punya komitmen untuk membesarkan Partai Hanura,” ungkap OSO.

Isu ‘jual partai’ itu sebelumnya dibantah Wiranto di tempat terpisah. Wiranto menegaskan tak pernah menjual Hanura kepada OSO saat menyerahkan posisinya sebagai Ketum pada 2016.

Lanjutkan membaca

Instagram

Facebook FanPage

Facebook Pagelike Widget

Follow on Twitter

Terpopuler